Jasa Pembuatan Website

Mengetahui Prosedur Klaim Asuransi Jiwa

Ketika Anda menjadi nasabah sebuah perusahaan asuransi, maka sejak itulah Anda akan terlindungi dari berbagai macam kejadian tak terduga yang memberikan kerugian pada Anda. Apabila satu atau lebih resiko tersebut dialami oleh pemegang polis, maka Anda harus melakukan klaim asuransi jiwa supaya perusahaan tersebut mengganti kerugian Anda dengan sejumlah biaya jaminan.

Prosedur Klaim Asuransi Jiwa

Cara klaim asuransi jiwa sendiri tergolong mudah untuk dilakukan dengan melakukan beberapa prosedur seperti:

  • Mengisi klaim asuransi jiwa yang disediakan oleh pihak petugas
  • Menyerahkan polis asuransi dan juga addendum polis yang asli
  • Menyerahkan surat keterangan dokter yang menerangkan dan menunjukkan tentang jenis penyakit yang diderita, penyakit kronis yang diidap, cacat total atau sementara, ataupun penyebab dari kematian pemegang pihak tertanggung.
  • Apabila meninggal dunia, maka pihak keluarga harus menyerahkan surat kematian dari pamong praja.
  • Menyerahkan surat keterangan mayat apabila pihak yang meninggal sempat dibawa ke rumah sakit atau dinas kesehatan lainnya.
  • Menyerahkan surat kecelakaan dari kantor polisi apabila pemegang polis meninggal dunia karena kecelakaan.
  • Setelah semua prosedur dilengkapi, maka pihak asuransi akan mengurus proses pencairan dana selama waktu yang ditentukan.
  • Pihak asuransi berhak menyelidiki terlebih dahulu bila pemegang polis memang benar-benar mengajukan klaim karena sebuah resiko yang dialami dan buka karena disengaja.
  • Apabila semua proses sudah dilakukan dengan benar, maka pihak asuransi akan memberitahu keputusan tentang pencairan dana tersebut.

Penyebab Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Walaupun terdapat berbagai syarat klaim asuransi jiwa sendiri, namun hal itu merupakan sebuah tanggung jawab pihak penanggung terhadap pihak tertanggung atas resiko tertentu, namun ada beberapa hal yang bisa menyebabkan klaim Anda ditolah perusahaan asuransi dan berikut ini alasannya:

Terdapat Misrepresentasi Material

Hal ini sering menjadi sebuah perdebatan antara pihak asuransi dan juga nasabah. Pada awal perjanjian, seorang nasabah akan ditanya apakah memiliki riwayat penyakit atau tidak. Apabila pernah menderita pre existing condition sebelumnya, maka biasanya pihak asuransi akan menolak untuk merekrut nasabah tersebut.

Namun, kebanyakan nasabah suka menyembunyikan hal tersebut sehingga bisa menjadi nasabah perusahaan asuransi. Apabila pemegang polis meninggal dunia akibat penyakit yang pernah dideritanya tersebut dan meminta klaim pada pihak terkai, maka besar kemungkinannya asuransi akan menolak pengajuan klaim tersebut.

Bunuh Diri

Pengertian klaim asuransi jiwa adalah untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh pada pemegang polis dan juga keluarga dari resiko-resiko yang sifatnya tidak terduga dan datangnya tiba-tiba. Bunuh diri merupakan perbuatan yang dilakukan dengan sengaja dan perencanaan matang sehingga apabila pemegang polis meninggal karena perbuatannya sendiri, maka pihak asuransi tidak akan memberikan jaminan dana penggantian. Hampir semua perusahaan asuransi tidak menanggung resiko tersebut sehingga hal ini harus dicegah supaya tidak ada penolakan klaim yang terjadi.

Meninggal Akibat Ulah Sendiri

Walaupun bunuh diri merupakan resiko yang dibuat sendiri, namun masih ada beberapa sebab kematian yang tidak akan ditanggung oleh pihak asuransi seperti melakukan balapan liar sehingga mengakibatkan kecelakaan hingga meninggal dunia, mengkonsumsi alkohol sehingga terjadi kerusakan pada tubuh atau kecelakaan karena mabuk. Selain itu sebaiknya Anda mengajukan klaim sebelum batas waktu klaim asuransi jiwa misalnya 30 atau 60 hari karena apabila lewat dari batas, maka klaim akan ditolak.

Hits: 3

Jasa Pembuatan Website

Share This Post

Post Comment